Anambas, Jurnalsidik.com – Sebuah kapal angkut bernama KM Selat Meranti dilaporkan miring dan terbalik di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (7/10/2025) dini hari.
Kapal berukuran 34 GT dengan warna hijau itu ditemukan terbalik di koordinat 3°03’N – 108°35’E, atau sekitar 118 mil laut dari Kantor SAR Natuna dan 23 mil laut dari Pulau Serasan.
Saat itu kapal sedang mengangkut sekitar 200 box fiber berisi ikan basah dari Pelabuhan Tarempa menuju Kalimantan pada Senin (6/10/2025) malam.
Setelah melakukan pemeriksaan dan pengurusan dokumen kapal sekitar pukul 20.00 WIB, KM Selat Meranti berangkat dari pelabuhan pada pukul 22.00 WIB.
Menurut keterangan Sobirin (31) selaku nahkoda kapal, sebelum beristirahat sekitar pukul 01.30 WIB ia sempat memeriksa kondisi mesin dan memastikan semuanya dalam keadaan baik. Setelah itu, kemudi diserahkan kepada anak buah kapal (ABK) yang bertugas.
Sekitar pukul 03.15 WIB, Sobirin dibangunkan oleh salah satu ABK karena kapal mulai miring ke sebelah kanan. Dalam kondisi panik, para ABK berusaha menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang penting. “Saat itu kami tidak bisa menghubungi siapa pun karena suasana sangat panik,” ujar Sobirin.
Sekitar pukul 04.00 WIB, mereka akhirnya berhasil menghubungi pemilik dan agen kapal untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak lama kemudian, kapal dilaporkan terbalik, dengan posisi kipas berada di atas dan kapal sempat kembali lagi dalam keadaan kapal telah terisi air. Semua muatan ikan basah yang berada di dalam puber tumpah dan berserakan di permukaan laut.
Sobirin mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kapal tiba-tiba oleng.
“Cuaca saat itu bagus, tidak ada angin kencang maupun ombak besar,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa KM Selat Meranti baru dua kali beroperasi dalam rute Tarempa–Kalimantan dan memang kapal tidak mengambil muatan lagi kami langsung ke pulau kalimantan.
Beruntung, seluruh awak kapal berhasil selamat setelah terombang-ambing di laut sekitar tiga jam. Mereka kemudian ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan Desa Luap, yang datang setelah menerima informasi dari salah satu ABK yang sempat mengirimkan lokasi kejadian.
Lima korban yang berhasil diselamatkan antara lain:
Sobirin (31) – Nahkoda
Saparudin (46) – KKM
Rizki Kurniawan Putra (26) – Klasis
Irwanto (39) – Klasis
Mhd. Nafissudin (29) – Klasis
Seluruh korban kini telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di RSUD Tarempa. Satu orang dilaporkan masih menjalani perawatan intensif akibat kelelahan dan terpapar air laut serta minyak kapal.
Kapal milik Wandi, warga Tarempa, itu saat ini telah berhasil ditarik dan diamankan sementara. Meski begitu, kerugian belum dapat dipastikan, karena sebagian besar muatan merupakan milik para toke ikan penampung di Tarempa.
(Agus Suradi / Jurnalsidik.com)
1039 



