Anambas, Jurnalsidik.com — Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa kini menjadi sorotan masyarakat. Bangunan rumah sakit yang seharusnya menjadi pusat pelayanan kesehatan utama bagi warga Kabupaten Kepulauan Anambas itu tampak kumuh dan kurang terawat.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan RSUD Tarempa mulai memprihatinkan. Cat dinding yang dulunya berwarna cerah kini tampak pudar dan mengelupas. Bahkan di beberapa sudut tembok terlihat jamur tumbuh akibat lembab dan minimnya perawatan.
“Kami prihatin melihat kondisi rumah sakit ini. Dulu masih terlihat bersih dan rapi, sekarang malah seperti tidak diurus,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, Kamis (13/11/2025).
Warga lainnya juga menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, RSUD Tarempa dulu menjadi kebanggaan masyarakat karena fasilitasnya masih terawat dan nyaman untuk berobat. Namun kini, suasananya berbeda jauh dari sebelumnya.
“Kami heran, apakah kondisi ini karena sudah ada rencana rumah sakit baru sehingga yang lama dibiarkan begitu saja? Atau memang dana perawatan tak ada? Hancur-hancurlah, bak pepatah mengatakan ‘habis manis sepah dibuang’,” ucap warga itu dengan nada kecewa.

Kondisi bangunan yang dibiarkan seperti ini, dengan cat memudar dan jamur di mana-mana, dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan struktur dan mengurangi masa ketahanan bangunan.
Selain itu, tampilan rumah sakit yang tidak terawat juga dinilai dapat menurunkan citra daerah di mata wisatawan asing.
Diketahui, Kabupaten Kepulauan Anambas sering menjadi persinggahan kapal wisata dan yacht dari luar negeri. “Kalau turis-turis asing yang singgah melihat kondisi rumah sakit seperti ini, tentu mereka tidak percaya kalau itu benar-benar rumah sakit,” ungkap seorang warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki dan merawat kembali fasilitas RSUD Tarempa. Warga menilai, rumah sakit merupakan fasilitas vital yang seharusnya dijaga kebersihan, kenyamanan, dan keindahannya demi menunjang pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Anambas.
(Agus Suradi, Jurnalsidik.com)
806 



