Jurnalsidik.com,Anambas – Banjir rob kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Anambas pada Sabtu malam (7/12/2025). Kondisi air pasang yang diperkirakan berlangsung hingga tiga hari ke depan membuat Pemerintah Kabupaten bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan dan evakuasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, turun langsung bersama tim gabungan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus memimpin koordinasi penanggulangan banjir di posko siaga.
Dalam arahannya, Sahtiar menekankan pentingnya koordinasi terpadu antar petugas di lapangan.
“Ini bukan akan banjir, tapi memang sudah banjir. Mulai malam ini sampai beberapa hari ke depan kondisi air pasang diperkirakan masih terjadi.
Karena itu kita harus bersiap dan turun membantu masyarakat,” ujar Sahtiar saat memberikan briefing kepada tim penanganan
Ia menegaskan bahwa seluruh petugas harus bekerja sesuai instruksi dan jalur komando agar proses penanganan berjalan efektif.
“Dalam posko kerja kita harus kebersamaan. Jangan ribut, jangan saling berbeda komando. Tugas kita adalah membantu. Setiap lokasi sudah ada penanggung jawabnya. Jadi ikuti arahan dan jalur komando,” tambahnya.
Sahtiar juga menyampaikan bahwa banjir yang terjadi bukan kesalahan pihak mana pun, melainkan fenomena alam yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan.

“Tidak ada yang salah. Ini bukan salah siapa pun. Kita hanya fokus pada masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan posko utama serta opsi evakuasi bagi warga yang terdampak, terutama lansia, anak-anak, dan keluarga yang kesulitan menyelamatkan barang maupun tempat tinggal.
“Jika nanti air semakin tinggi, semua warga yang perlu bantuan akan kita arahkan ke posko utama. Kita sudah siapkan transportasi dan tim evakuasinya,” katanya.
Menutup arahannya, Sahtiar mengingatkan seluruh personel agar tetap tenang, sigap, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab.
“Mulai malam ini kita bekerja dengan sigap dan sabar. Kita turun sebagai pelayan masyarakat.”
Pemkab Anambas mengimbau warga tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan pesisir dan wilayah rawan genangan air
116 




