Site icon www jurnalsidik.com

Wisata Batu Tompak Tiga di Tarempa Kian Terbengkalai, Lampu Rusak dan Minim Perawatan

Shares

Anambas, Jurnalsidik.com — Destinasi wisata Batu Tompak Tiga yang berada tepat di atas perairan pantai Jalan SP 1, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini menuai sorotan.

‎Kawasan yang berdekatan dengan Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa itu dulunya digadang-gadang sebagai ikon wisata lokal yang indah, bersih, dan representatif.

‎Namun semangat pembangunan yang menggebu di awal tidak diikuti dengan perawatan yang memadai.

‎Struktur bangunan dan pagar warna-warni yang sebelumya menjadi daya tarik kini tampak kusam. Situasi semakin memprihatinkan karena lampu penerangan di kawasan tersebut banyak yang rusak, membuat lokasi gelap gulita pada malam hari.

‎Kondisi itu membuat wisatawan enggan berkunjung, bahkan saat sore maupun malam hari yang seharusnya menjadi waktu terbaik menikmati panorama laut Tarempa ditemani cahaya lampu kota.

‎“Kalau membangun megah sih gampang. Tapi kalau tidak ada dana perawatan, ya akhirnya jadi terbengkalai begini. Sayang, padahal bisa jadi kebanggaan Anambas,” ujar Rafi, warga Tarempa yang ditemui Jurnalsidik.com.

‎Hal senada disampaikan Nuraini, warga lainnya yang merasa kecewa dengan kondisi objek wisata tersebut.
‎“Dulu ramai, anak-anak muda suka foto-foto di sini. Sekarang lampu mati, gelap, malah terkesan angker. Pemerintah harus cepat tanggap, jangan tunggu rusak total,” katanya.

‎Sebagai kawasan yang berada di pusat kota dan masuk dalam zona strategis destinasi wisata, Batu Tompak Tiga sebenarnya memiliki potensi besar jika dirawat dengan baik. Sayangnya, tanpa pemeliharaan berkelanjutan, lokasi ini kini hanya menyisakan jejak semangat pembangunan masa lalu.

‎Warga juga menyoroti banyaknya fasilitas publik dan objek wisata lain di Anambas yang mengalami kondisi serupa.Ini baru di pusat ibu kota, bisa jadi diluar ibu kota kecamatan lain kondisinya mungkin lebih parah.

‎“Banyak fasilitas wisata dan tempat umum yang harusnya diperbaiki. Jangan tunggu rusak berat dulu baru diperhatikan,” ungkap salah satu pengunjung.

‎“Jangan cuma bangun untuk seremoni awal. Wisata itu harus dirawat. Kalau dibiarkan seperti ini, rugi masyarakat, rugi daerah,” tambah Farhan dengan nada pedas.

‎Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas dasar seperti penerangan, kebersihan, pengecatan, serta sarana keselamatan, agar destinasi Batu Tompak Tiga dapat kembali hidup sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan menarik.

‎(Agus Suradi / Jurnalsidik.com)

196
Exit mobile version