Buku “Makna Tersembunyi Dibalik 757” Untuk H.M Soerya di Acara Istighotsah NU

Shares

 

Jurnalsidik.com, Karimun – H.M Soerya Respationo, calon Gubernur Kepri yang juga dewan penasehat atau Mustasyar NU, Menghadiri kegiatan Istighotsah Pilkada Damai Kabupaten Karimun bersama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Agung Kabupaten Karimun pada Jumat (18/9/2020) malam.

Dari kegiatan Istighotsah tersebut, diharapkan pelaksanaan Pilkada di Provinsi Kepri dan Karimun bisa berjalan dengan tertib, aman dan damai.

“Pada kesempatan kali ini, kami berharap pelaksanaan Pilkada bisa berjalan dengan aman, nyaman, tentram dan damai menyelimuti Indonesia, terkhusus Kabupaten Karimun,” terang Nyimas Novi Ujiani, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Karimun saat memberikan kata sambutan.

Foto bersama pada kegiatan Istighosah Pilkada Damai oleh NU Karimun

Ditambahkannya, NU dan politik secara praktik maupun teori tidak asing khususnya para ulama, terutama di kalangan pesantren. Namun, politik yang dijalankan oleh para Ulama dan Kiai selama ini adalah praktik Politik untuk memperkuat Kebangsaan dan kerakyatan. Sehingga dalam NU Ada satu konsep etika politik.

“Oleh karenanya, pada malam ini saya mengingatkan kembali pada Muktamar NU di Situbondo 1984, dimana NU menegaskan kembali ke khittah Sebagai Jamiyyah Diniyyah Ijtimaiyyah atau organisasi agama dan kemasyarakatan bukan sebagai organisasi politik, NU tetap memperhatikan dan mempunyai tanggung jawab politik, yaitu Politik Kebangsaan,” tegasnya.

Makanya, tegasnya lagi, di saat ada kader NU yang berkecimpung dalam dunia perpolitikan, maka ia harus Mengejawantahkan Politik Kebangsaan NU.

“Semoga, kita semua yang berada di gerbang Pilkada mampu mengantarkan kader-kader terbaik kita dalam Pilkada untuk bisa menjadi pemimpin di daerah, baik ditingkat provinsi maupun kota dan kabupaten, guna terimplementasinya politik kebangsaan yang beretika dan menjunjung tinggi nilai-nilai kerakyatan,” jelasnya.

BACA YANG LAIN JUGA :   Soerya - Iman Dorong Pemberdayaan UMKM Sebagai Pendongkrak Ekonomi

Sementara itu, calon Gubernur Kepri Soerya Respationo menyambut baik Istighotsah Pilkada Damai bersama Muslimat Nahdlatul Ulama tersebut.

Menurut Soerya, Istighotsah adalah doa yang baik, sehingga pilkada di Kepri bisa berjalan dengan tentram dan damai.

“Jelang Pilkada di Kepri ini, persatuan harus tetap dijaga. Istighotsah adalah kegiatan yang baik. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama dalam satu kesatuan menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif,” terang Soerya.

Momen menarik pada kegiatan tersebut, Nyimas Novi Ujiani, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Karimun menyerahkan buku biografi perjalanan karir Nurdin Basirun yang berjudul Meniti Deburan Ombak dan Makna Tersembunyi Dibalik 757 kepada H.M Soerya Respationo.

Dimana pemberian buku tersebut sebagai bentuk bahwa kebahagiaan hidup bukan dari harta, akan tetapi dari ibadah serta perbuatan kebaikan. (*)

Sumber : IdnNews
Editor: Red

935

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *