Anambas, Jurnalsisik.com – Kabupaten Natuna sukses menjadi daerah pertama di Provinsi Kepulauan Riau yang melaksanakan program Revitalisasi Bahasa Daerah Melayu. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2025, bertempat di SMPN 2 Bunguran Timur.
Program ini merupakan kerja sama antara Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau dan Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, dengan tujuan utama menghidupkan kembali penggunaan Bahasa Melayu yang kian hari kian tergerus.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Sisworo Gautama Putra, guru SMPN 3 Putik. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh para guru SD dan SMP se-Kabupaten Natuna. Para guru yang telah mengikuti pelatihan ini akan menjadi Pengajar Utama, yang bertugas menyebarluaskan ilmu dan materi kepada rekan-rekan guru lainnya yang belum sempat mengikuti.

Menurut Sisworo, peserta didik menjadi sasaran utama dari program ini. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak dalam melestarikan dan menuturkan Bahasa Melayu Kepri.
“Program ini sangat penting, karena generasi muda sekarang mulai jauh dari bahasa daerahnya sendiri. Revitalisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali kecintaan dan kebanggaan terhadap Bahasa Melayu,” ujar Sisworo.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat lima kegiatan utama dalam program ini, yaitu:
1. Dendang syair Melayu,
2. Pidato berbahasa Melayu,
3. Menulis dan membaca aksara Melayu,
4. Mendongeng dalam Bahasa Melayu,
5. Menulis cerpen berbahasa Melayu.
Sisworo berharap program ini terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan. Ia menekankan bahwa bahasa daerah adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya.
“Kalau bisa, kegiatan seperti ini dijadikan ekstrakurikuler atau bahkan pelajaran wajib di sekolah, seperti di Bali dan Jawa yang sudah memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum pembelajaran,” tegas Sisworo.
(Agus Suradi, Jurnalsisik.com)
1303 




