www jurnalsidik.com

Memberikan Informasi Terbaik

Berita Anambas

Jalan Menuju Dermaga Pelabuhan Letung Tanpa Atap Pelindung, Penumpang Kehujanan

Shares

Anambas, jurnalsidik.com,- Warga Kepulauan Anambas meminta kepada Pihak berwenang dalam menangi pelabuhan untuk memperhatikan Kondisi Pelabuhan tempat bersandarnya Kapal Milik Pelni KM. Bukit Raya dan Kapal Sabuk Nusantara serta Kapal Penumpang jenis lainnya seperti Kapal Ferry Cepat VOC Batavia dan Seven Star.

‎Keluhan ini disampaikan karena sudah puluhan tahun Pelabuhan yang berlokasi di Pelabuhan letung ini tidak memiliki Atap buat warga berteduh pada saat Cuaca Panas maupun dikala hujan.

‎”Kami hanya ingin pihak berwenang segera perhatikan kami masyarakat yang di bawah ini. Apakah tidak kasihan melihat kami berpanas-panasan dan ketika masih Hujan kami basah kuyup,”ujar Patimah.

Perempuan tua ini terlihat dengan kondisi badan dan barang bawaan basah kuyup akibat terkena hujan pada saat hendak naik ke kapal Penumpang KM. Bukit Raya, Minggu (07/09/2025).

‎Menurut Patimah, harusnya pemerintah yang berwenang dari sejak dulu melakukan pembenahan pasilitas yang berada di pelabuhan dengan cara membuat penutup di sepanjang jalan dari pangkal hingga di ujung pelabuhan, sehingga pada saat turun hujan. Penumpang dan bawang bawaan nya tidak lagi kebasahan.

“Pelanuhan itu cukup panjang, kan lebih 100 meter. Harusnya disepanjang Pelabuhan itu dibuat penutupnya. Seperti Pelabuhan di Tarempa, agar penumpang pada saat hendak naik maupun turun dari kapal tidak lagi berpanas-panasan dan tidak juga basah kuyup ketika hujan turun, “Terang Patimah.

‎Selain itu Pastimah juga sempat menyinggung soal Rumah Tunggu di Pelabuhan Letung yang selalu tutup meski pada saat itu ada jadwal Kapal KM.  Bukit Raya dan Kapal penumpang Jenis lain nya.

‎”Lihatlah sendiri, Rumah tunggu di pangkal Pelabuhan itu dah seoerti rumah hantu, tidak pernah terbuka lagi. Sekarang musim hujan. Jika rumah tunggu itu difungsikan, tentu menjelang Kapal bersandar di pelabuhan kami yang tua renta ini bisa numpang berteduh menjelang jemputan datang menjemput, “Tambahnya.

‎Msih kata Ibu Patimah, masih banyak lagi persoalan yang di anggap penting namun di abaikan oleh pemerintah. Padahal jika mau berbuat untuk rakyat, persoalan yang ada bukan lah perkara yang berat. Semua bisa dilaksanakan dengan sekelip mata.

‎”Kalau kemarin lampu di pelabuhan ini banyak juga yang mati. jika kapal penumpang bersandar di dermaga pada saat malam hari ya bergelaplah para penumpang. Itukan termasuk hal yang sepele, harusnya kan tidak perlu lah kita masyarakat kecil ini berteriak, mereka yang berada di atas sana kan juga sudah tau bagaimana kondisi Pelabuhan Letung saat ini. Jadi apa sih tujuan kita masyarakat kecil ini dikenakan pajak penerangan jika kami tidak bisa menerima hasil dari yang kami bayar, “Terang Patimah dengan rasa geram.

‎”Oleh karena itu saya mewakili masyarakat di kepulauan Anambas dan warga dikepulauan jemaja Khususnya memohon agar Pemerintah terkait segera membenahi pasilitas di Pelabuhan Letung, supaya kami para penumpang juga bisa merasakan aman dan nyaman pada saat hendak turun dan Berangkat dari Pelabuhan Letung, tidak lagi harus basah kuyup ketika Hujan,”Harapnya. (Agus Suradi)

794

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *