www jurnalsidik.com

Memberikan Informasi Terbaik

Berita Anambas

Puskesmas Pal Matak Salah Beri Obat, Sakit Pasien Kian Parah

Shares

Anambas, Jurnalsidik.com — Doni Ardiansyah, seorang pekerja batu asal Desa Ladan, Kecamatan Pal Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, diduga menjadi korban kesalahan pemberian obat oleh tenaga medis di Puskesmas Pal Matak. Insiden ini terjadi pada April 2025, saat Doni mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan serpihan batu masuk ke mata kanannya.

Doni menuturkan, kecelakaan itu terjadi ketika ia sedang memecah batu. Tanpa sengaja, serpihan debu masuk ke bola mata kanannya, menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang hebat. Ia pun segera mencari pertolongan medis ke Puskesmas Pal Matak.

Sesampainya di puskesmas, Doni langsung mendapat penanganan dari salah satu tenaga medis yang bertugas. Ia diberikan beberapa jenis obat, termasuk cairan dalam botol kecil untuk dibawa pulang dan digunakan sendiri di rumah. Namun, saat mencoba meneteskan obat tersebut ke matanya, Doni justru merasakan nyeri yang semakin hebat.

“Setelah saya periksa, ternyata obat yang saya teteskan itu bukan obat tetes mata, melainkan obat tetes telinga,” ungkap Doni kepada Jurnalsidik.com, Selasa (6/5/2025).

Doni

Doni mengaku tidak mengetahui nama obat tersebut. Yang ia ingat, selain cairan tetes itu, ia juga diberikan parasetamol sebagai obat penurun demam. Ia menambahkan, botol obat tetes yang tutupnya berwarna merah sempat diambil kembali oleh salah satu tenaga medis di puskesmas setelah kejadian.

Saat ditanyakan siapa tenaga medis yang menangani dirinya, Doni hanya mengingat bahwa orang tersebut adalah seorang perempuan. Ia tidak mengetahui nama ataupun jabatan tenaga medis tersebut.

Setelah insiden itu, Doni menyebut pihak puskesmas tidak memberikan tindak lanjut ataupun pertanggungjawaban terhadap kondisinya. Ia pun memutuskan untuk melakukan pengobatan secara mandiri.

“Saya tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib karena tidak tahu bagaimana caranya,” tambahnya.

Beruntung, setelah menjalani pengobatan pribadi, kondisi mata Doni saat ini sudah membaik. Meski demikian, ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta pihak puskesmas untuk lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(Agus Suradi, Jurnalsidik.com)

2750

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *