19.9 C
Indonesia
Selasa, Juni 2, 2026
BerandaBerita KepriBerita AnambasTanggap Informasi Warga, Bupati Anambas Tinjau Kondisi Pelabuhan RORO Letung

Tanggap Informasi Warga, Bupati Anambas Tinjau Kondisi Pelabuhan RORO Letung

Anambas, Jurnalsidik.com,- Setelah sekian lama bergejolak, Akhirnya kini Proyek Pelabuhan Roro Letung Tahap II di Kuala Maras mendapat perhatian dari Orang Nomor Satu di Kabupaten Kepulauan Anambas.

‎Proyek yang bersumber dari dana APBN ini menelan anggaran cukup pantastis, yakni sekitar Rp. 31 Milyar lebih. Namun meski tidak sedikit angka dalam pengerjaan proyek strategis ini, pengerjaan pembangunan tetap terkesan asal jadi. Proyek pembangunan Pelabuhan Roro ini seperti tidak memiliki Pengawas sebagaimana layaknya proyek strategis pada umumnya.

‎Berdasarkan atas permohonan awak media yang masih peduli terhadap Pembangunan Pelabuhan Roro di Kuala maras ini, akhirnya Bupati Kepulauan Anambas, Aneng yang didampingi Plt. Camat Jemaja Timur, Tetti Amalia, S.E. beserta Sekcam Jemaja Timur, Dian Tamalia Rumoga, S.Km. dan sejumlah perwakilan dari masyarakat lain nya langsung menyambangi lokasi Proyek, Sabtu (06/09/2025).

‎Alhasil, ketika Bupati Kepulauan Anambas beserta rombongan tiba ke Lokasi, terlihat jelas bahwa suasana di lokasi pengerjaan proyek saat ini lagi kosong tidak ada satu orang pun dari pekerja proyek yang hadir dan bekerja di lokasi konstruksi. padahal jika dilihat dengan kasat mata, masih banyak lagi pengerjaan pembangunan pisik proyek yang secara aturan harus diselesaikan, namun sampai hari ini masih terlihat terbengkalai.

‎Belum lagi dengan kondisi Kwalitas dari kontruksi sangat mengecewakan sekali, patut diduga sembrautnya proyek Pelabuhan roro tersebut diakibatkan dari kelalain pihak Kontraktor, Konsultan Pengawas dan Juga pihak dari BPTD kelas II Propinsi Kepri yang memang tidak mau membuka diri dan terkesan takut menemui awak media untuk melakukan diskusi dalam menciptakan proyek yang berkwalitas dan sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku.

‎Proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Jemaja dan Warga di Kecamatan Jemaja Timur khususnya ternyata hanya sebuah angan-angan semata. Lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan seta kurang nya dukungan para tokoh terhadap awak media dalam memberikan kritikan melalui karya jurnalistik membuat Pelabuhan Roro yang seharusnya menjadi kebanggan seluruh warga di kepulauan jemaja kini seakan bagai muka yang pucat lesu kurang darah.

‎Untuk pertama kalinya Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengunjungi Pembangunan proyek Pelabuhan Roro di Pikuk, Orang Nomor satu mengaku terkejut melihat kondisi Pembangunan yang masih sembraut, ditambah lagi dengan hasil pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan standarisasi proyek membuat bupati terkejut.

‎Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang kemajuan proyek dan kemungkinan adanya masalah serius dalam pelaksanaan proyek.

‎Kunjungan Bupati Anambas Aneng, ke Lokasi Proyek Roro Tahap II ini merupakan bentuk kepedulian Bupati sebagai orang yang di nomor satukan di daerah terhadap wilayah yang di pimpin nya. Selain itu juga sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pemantauan proyek-proyek strategis di daerahnya.

‎Kehadiran Bupati dengan terjun langsung ke lapangan, Ia telah dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat tentang kondisi proyek dan mempermudah dalam mengidentifikasi potensi masalah yang perlu segera diatasi seperti yang sering di sampaikan oleh satu dua orang awak media melalui karya Jurnalistik.

‎Bupati Aneng mengaku terkejut setelah mengetahui dan terjun secara langsung ke lokasi Proyek Pelabuhan Penyeberangan Letung (Roro) Tahap II di Kuala Maras.

‎”Saya melihat proyek ini memang sangat tidak memuaskan. Nanti saya akan coba berkordinasi lagi sama pihak Kementerian Perhubungan melalui Satker BPTD Kelas II Provinsi Kepulauan Riau. dan saya akan buka dulu DID nya apakah ini pakai slot atau tidak dan bagaimana sistem pekerjaannya, nanti saya akan berkordinasi dengan pihak pusat, karena ini proyek APBN, “Ujar Aneng.

‎Bupati Aneng mengatakan akan mencoba tuk berkomunikasi dengan Pihak-pihak terkait bagaimana proses yang sebenarnya dan apa yang menjadi alasan sehingga pihak penyelenggara tidak melakukan pengawasan dengan benar yang sesuai dengan standarisasi dan prosedur yang ada.

‎”Karena ini proyek APBN saya akan pertanyakan bagaimana sistem pengawasannya, lagi pula pekerjaan memang sangat tidak memuaskan, “Jelas Bupati.

‎Orang nomor satu di Kepulauan Anambas juga sempat mempertanyakan kenapa ACP hingga saat ini belum juga terpasang, padahal fungsinya sangat luar biasa dalam menjaga agar disaat hujan datang, air hujan tidak bisa masuk kedalam ruangan.

‎”Kalau tidak di tutup seperti itu, pada saat hujan datang maka air akan masuk ke dalam ruangan dan Tolong kasih saya waktu untuk berkordinasi sama pihak yang bersangkutan yaitu Kementerian Perhubungan melalui Satker BPTD Kelas II Provinsi Kepulauan Riau dan pusat karena ini proyek APBN, “Pungkasnya. (Agus Suradi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments