Anambas, Jurnalsidik.com – Perekonomian Kabupaten Kepulauan Anambas menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Anambas pada Triwulan II tahun 2025 mencapai 23 persen, menjadikannya daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
Capaian ini bahkan melampaui pertumbuhan Kota Batam yang selama ini menjadi barometer ekonomi provinsi.
Bupati Kepulauan Anambas Aneng menyampaikan kabar baik tersebut pada Jumat (10/10/2025). Menurutnya, lonjakan pertumbuhan ekonomi tak lepas dari meningkatnya produksi minyak dan gas (migas) setelah sempat mengalami tekanan berat pada tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, pada Triwulan II tahun 2025 ini, produksi migas meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 23 persen,” ujar Aneng saat menghadiri pelantikan pengurus TP PKK di Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Selasa (23/9/2025).
Bangkit dari Tekanan Ekonomi
Pada akhir 2024, pertumbuhan ekonomi Anambas sempat terpuruk hingga minus 5,95 persen. Kondisi tersebut disebabkan oleh turunnya produksi migas akibat gangguan teknis dan cuaca buruk yang menghambat proses eksplorasi.
Namun, situasi berbalik di pertengahan 2025. Produksi migas kembali optimal dan menjadi motor utama kebangkitan ekonomi daerah.
“Kita tak usah melihat Batam karena sejatinya kita di bawah mereka. Tapi kalau dibandingkan dengan Natuna, ini sudah luar biasa. Karena selama ini Anambas selalu berada di bawah Natuna,” ungkapnya.

Dampak Bagi Masyarakat
Pertumbuhan ekonomi ini mulai dirasakan berbagai lapisan masyarakat.
Aktivitas jual beli di pasar tradisional kembali bergairah, sektor pariwisata mulai menggeliat, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) secara rutin.
“Ini tanda bahwa ekonomi di arus bawah sudah bergerak normal. Kalau pasar ramai, artinya daya beli masyarakat meningkat,” jelas Aneng.
Naiknya pendapatan dari sektor Migas juga memperkuat keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kini memiliki ruang fiskal lebih luas untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
Dorong Diversifikasi Ekonomi
Meski bersyukur dengan capaian tersebut, Bupati Aneng menegaskan pentingnya diversifikasi ekonomi agar Anambas tidak terlalu bergantung pada sektor migas. Pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan potensi pariwisata dan perikanan sebagai sumber ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada Migas. Ke depan, potensi laut dan wisata bahari Anambas harus menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan,” tegasnya.
Pemerintah juga mengajak pelaku usaha lokal untuk berinovasi dan memanfaatkan momentum ini. Berbagai program pemberdayaan ekonomi rakyat akan digulirkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Bupati Aneng berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga tren positif ini berlanjut hingga akhir tahun.
“Semoga ekonomi Anambas terus membaik. Kita kejar bukan hanya angka pertumbuhan, tapi kesejahteraan masyarakat yang nyata,” tutupnya.
(Agus Suradi,jurnalsidik.com)
1105 



