Anambas, Jurnalsidik.com – Kepala Puskesmas (Kapus) Palmatak, Yurnalis, secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Dodi Ardiansyah selaku pasien yang menjadi korban kesalahan pemberian obat beberapa waktu lalu di Puskesmas Palmatak
Permintaan maaf disampaikan Kapus Palmatak, Yurnalis secara langsung di kediaman Dodi, di Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas pada Selasa (7/5/2025)
Yurnalis mengungkapkan, insiden tersebut terjadi akibat kesalahan komunikasi internal antar tim medis.l, sehingga obat yang seharusnya diberikan adalah obat tetes mata, namun tertukar dengan obat tetes telinga jenis kloramfenikol karena kemiripan nama.
“Ini murni salah komunikasi, nama obatnya mirip, dan kemungkinan karena situasi yang panik dari pasien, terjadi salah ambil obat,” jelas Yurnalis kepada Jurnalsidik.com.
Yurnalis menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi internal terkait petugas yang terlibat. Meski belum menyebutkan nama, ia menyatakan bahwa perawat tersebut adalah seorang wanita dan saat ini belum dikenai sanksi karena masih menunggu hasil evaluasi.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Yurnalis menyampaikan penyesalan atas insiden ini dan berjanji akan memperbaiki sistem pelayanan medis di Puskesmas Palmatak.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan meminta maaf kepada korban serta masyarakat Palmatak. Ke depan, kami akan meningkatkan kualitas pelayanan dan memperketat prosedur medis agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Pada kesempatan itu Yurnalis juga membantah isu yang beredar terkait praktek uang dalam penggantian perawat jaga di Puskesmas Palmatak.
“Itu tidak benar. Kami tidak pernah menyarankan atau membenarkan adanya pengantian jaga dengan memberikan sejumlah uang kepada para perawat yang bertugas jaga ,” tegasnya.
Puskesmas Palmatak saat ini memiliki sekitar 43 tenaga kerja, termasuk 13 orang perawat. Dari jumlah itu, 8 perawat bertugas di ruang rawat inap dan Unit Gawat Darurat (UGD).
Dalam rekaman video yang diterima wartawan Jurnalsidik.com, korban Dodi Ardiansyah menyatakan telah menerima permintaan maaf tersebut.
“Saya menerima permintaan maaf dari Kepala Puskesmas Palmatak. Namun saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan pihak puskesmas lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dodi.
Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh tenaga medis di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme dalam melayani masyarakat.
(Agus Suradi,Jurnalsidik.com)
1770 



