Anambas, Jurnalsidik.com — Insiden Pengusiran wartawan saat melakukan liputan pengesahan Perda Perubahan APBD 2025 di ruang sidang paripurna, kantor DPRD Anambas, Selasa (29/07/2025), langsung ditanggapi kritis oleh pihak Sekretaris DPRD Anambas, Jhon Aquarius Putra.
Seusai menyatakan permintaan maafnya, Rabu (30/07/2025) kepada seluruh insan Pers atas insiden yang terjadi. Di hari yang sama, Jhon Aquarius Putra membuat forum mediasi yang dihadiri oleh para pihak terkait dalam insiden ini dan dihadiri rekan jurnalis di Anambas.
Pada pertemuan yang berlangsung di ruang rapat, lantai II, Kantor DPRD Anambas. Kembali Sekretaris DPRD Kepulauan Anambas, Jhon Aquarius Putra, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan pegawainya yang dinilai berlebihan.
“Kami menyadari adanya miskomunikasi, dan telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Ke depan, kami akan berupaya agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Jhon.
Ia juga mengungkapkan rencana penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) peliputan kegiatan DPRD bagi media, termasuk pengaturan teknis dokumentasi agar pelaksanaan tugas jurnalistik berjalan lebih tertib dan kondusif.

Atas inisiatif kebijakan ini, Wartawan korban pengusiran, Ihsan Imaduddin menyambut baik itikad baik pihak Sekwan. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama.
“Kami menghargai permintaan maaf ini. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk saling menghormati tugas dan peran masing-masing,” ungkap Ihsan.
Inisiatif Sekwan Anambas ini juga dinilai baik oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Anambas, M. Ramadan, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
“Ini langkah positif. Kita berharap tidak ada lagi hambatan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, apalagi di ruang publik seperti DPRD,” tegasnya.
Dari pertemuan itu, telah disepakati para pihak menyatakan saling memaafkan dan berdamai. Seluruh pihak berharap agar kejadian tersebut menjadi momentum refleksi untuk memperkuat sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah, demi mendukung keterbukaan informasi serta menjunjung tinggi kerja jurnalistik sebagai salah satu pilar demokrasi.
(Agus Suradi, Jurnalsidik.com)
