www jurnalsidik.com

Memberikan Informasi Terbaik

Berita Anambas

Hujan Lebat Tidak Menghambat Autopsi Jenazah Pegawai Imigrasi Tarempa ‎

Shares

Anambas,jurnalsidik.com – Proses autopsi jenazah pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad (53), berjalan penuh tantangan. Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat jalannya pemeriksaan tubuh korban sempat terhambat, Selasa (21/10/2025).

‎Autopsi yang semula dijadwalkan hanya berlangsung sekitar satu jam, akhirnya molor hingga tiga jam. Pemeriksaan dimulai pukul 10.00 WIB dan baru rampung sekitar pukul 13.30 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan.

‎“Proses autopsi sebenarnya ditargetkan selesai cepat, namun hujan deras membuat pekerjaan sedikit terhambat,” ujar Kasat Reskrim Polres Anambas, AKP Bambang Sutmoko, saat ditemui di lokasi.

‎Menurut Bambang, autopsi dipimpin langsung oleh Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri, AKP Leonardo, bersama tim forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kepri yang berjumlah tiga orang.

‎Dalam proses tersebut, tim mengambil sejumlah sampel organ tubuh korban untuk dikirim ke laboratorium di Jakarta. Pemeriksaan lanjutan ini diharapkan bisa mengungkap penyebab pasti kematian Harsyad.

‎“Habis ini, tim forensik akan menganalisa hasilnya. Semua sampel dan foto sudah dikirim untuk pemeriksaan lebih mendalam,” jelas Bambang.

‎Proses autopsi turut disaksikan oleh pihak keluarga korban dan perwakilan Kantor Imigrasi Korfum Intleijen Cyber Dirjen Imigrasi  Yusuf Umardani  Ferry Khrisdiyanto, Kepala Imigrasi Tarempa tempat Harsyad bekerja.

‎Sementara itu, AKP Leonardo mengaku lega karena proses autopsi akhirnya selesai meski diguyur hujan lebat.Dari pagi hari sampai sorenya.

‎“Tiga orang dari Polda Kepri ikut membantu. Alhamdulillah semua sampel sudah diambil,” ujarnya singkat.

‎“Nanti lewat Humas Polres saja. Saya masih harus menganalisa hasilnya,”sambungnya menjawab terkait hasil autopsi.

‎Di sisi lain, warga Tarempa menaruh harapan besar agar kematian Harsyad bisa segera terungkap.

“Kami ingin polisi serius. Kematian ini harus diusut tuntas dan jangan ada yang ditutupi,” tegas ikhsan, salah satu warga Tarempa.

‎Seperti diketahui, kematian Harsyad sebelumnya menggemparkan warga. Ia ditemukan tak bernyawa di semak-semak jalan M.T.Thamrin Desa Tarempa Selatan, pada Jumat (17/10/2025), dalam kondisi mencurigakan.

‎Menurut keterangan keluarga, sebelum ditemukan tewas, Harsyad sempat dijemput seorang pria misterius sekitar pukul 02.00 dini hari.

‎Pria itu mengenakan jaket berpenutup kepala jeket sejenis switer dan hingga kini identitasnya masih menjadi teka-teki. ‎Kasus ini kini dalam penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Kepulauan Anambas.

‎Barang barang seperti sandal jepit warna hitam,Baju dan celana serta Hp korban  kini sudah diamankan oleh pihak Polres Anambas guna untuk bukti penyelidikan berlanjut.

‎(Agus Suradi,jurnalsidik.com)

1018

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *