Jurnalsidik.com, Anambas – Wilayah Tarempa dan sekitarnya, khususnya Kelurahan Tarempa, kerap menjadi langganan banjir setiap tahun. Fenomena ini disebabkan oleh kombinasi ada beberapa beberapa faktor, yaitu:
1. Curah hujan yang tinggi
Hujan deras dalam waktu singkat dapat mengakibatkan genangan air melimpah, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang kurang memadai.
2. Air laut pasang
Tingginya air laut akibat pasang surut sering memperburuk kondisi banjir, terutama di daerah pesisir. Ketika pasang laut bersamaan dengan hujan deras, banjir rob menjadi tidak terhindarkan.
3. Angin kencang
Angin kencang dapat meningkatkan tinggi gelombang laut, sehingga air pasang lebih mudah meluap ke daratan, memperparah dampak banjir.
Kawasan Rawan Banjir Sejumlah kawasan di Tarempa yang hampir selalu tergenang air saat banjir melanda meliputi:
Jalan Imam bonjol, Jalan Patimura,Jalan Olahraga, Jalan Kartini,Jalan Raden Saleh dan Jalan Pemuda Tarempa.untuk itu masyarakat di himbau untuk ke siap siagaan dan waspada.
Ketua Satgas Penanganan Bencana Madison selaku Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas dalam sambungan melalui whatsapp, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan menghadapi potensi bencana.
“Sejauh ini, kami bersama anggota, siaga menghadapi kemungkinan musibah yang akan terjadi. Koordinasi dengan tim terkait terus kami tingkatkan untuk meminimalkan dampak bencana.”

“Patroli dan pemantauan aktif untuk memastikan cuaca dan air pasang terkini. Kami telah menyiapkan seluruh staf TRC yang ada di kabupaten dan kecamatan berjumlah ±120 orang.”ujarnya, Minggu (12/1/2025).
Lanjut Madison menerangkan, langkah-langkah mitigasi diantaranya, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem, dan agar selalu update perkembangan cuaca terkini melalui informasi BMKG.
Tim BPBD juga melakukan patroli di daerah berpotensi terdampak cuaca ekstrem dan siap untuk melakukan evakuasi terhadap barang maupun orang, seperti evakuasi pohon tumbang yang mengganggu kelancaran lalu lintas jalan raya.
“Kita juga menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan potensi bencana pada pos TRC BPBD Kecamatan/Kecamatan/TNI/POLRI atau pihak yang berwenang.”katanya.
Untuk mengantisipasi semuanya itu, tim BPBD juga melakukan peningkatan kesiapan masyarakat dengan engedukasi warga tentang langkah yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah banjir. Serta menyediakan posko darurat untuk evakuasi dan bantuan jika banjir melanda.
Madison juga mengimbau agar nelayan untuk mengurangi beraktivitas melaut dan mewaspadai kondisi cuaca ekstrim dengan angin kencang, gelombang tinggi, atau hujan lebat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memantau informasi terkini, dan mengikuti arahan dari otoritas setempat guna menjaga keselamatan.ujarnya.(Agus)
990 




