www jurnalsidik.com

Memberikan Informasi Terbaik

Berita Anambas

‎PDRB Anambas Naik, tapi Ekonomi Lesu  Bupati Desak Perusahaan Migas Serap Tenaga Kerja Lokal

Shares

‎Anambas, Jurnalsidik.com — Meskipun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami peningkatan signifikan, kondisi perekonomian masyarakat di daerah ini justru belum terasa membaik. Hal itu menjadi sorotan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dalam pernyataannya terkait kontribusi sektor migas terhadap perekonomian daerah.

‎Terkait berita yang ditulis media ini pertanggal 23/10/2025) kemaren Ody Karyadi menjelaskan prihal hal itu yang di maksud bupati kemaren Bahwa memang PDRB kita tinggi mencapai 23,% ditahun dan seharusnya ekonomi kita naik.

‎Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Anambas, Ody Karyadi, menjelaskan bahwa PDRB merupakan jumlah nilai tambah bruto yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di daerah. “Kalau dilihat dari hasil produksi jasa, memang ada potensi. Kita mengalami kenaikan dari sektor migas, karena Medco E&P Natuna Ltd dan Harbour Energy saat ini sedang melakukan eksploitasi.

‎Dulu mereka produksi sekitar 30.000 barel, sekarang sudah mencapai 11.000 sampai 14.000 barel per hari. Begitu juga Harbour Energy yang tengah menggenjot produksi hingga 10.000 barel per hari,” ujar Ody.Senin (13/10/2025)

‎Namun, peningkatan PDRB ini ternyata tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

‎ “Seharusnya ada korelasi, tapi faktanya tidak berdampak langsung ke masyarakat Anambas. Artinya, kontribusi perusahaan migas belum 100 persen dirasakan daerah. Salah satunya soal rekrutmen tenaga kerja yang masih didominasi dari luar daerah,” tambahnya.

‎Menurut Ody, tingginya angka PDRB Anambas yang mencapai posisi kelima secara nasional belum mencerminkan kesejahteraan masyarakat lokal.

‎“Perhitungan PDRB dihitung dari produksi migas, padahal hasilnya tidak sepenuhnya kembali ke daerah. Kita hanya dapat bagian dari bagi hasil migas dalam jumlah yang terbatas,” katanya.

‎Ia juga menyoroti fenomena uang yang beredar tidak terserap di masyarakat lokal. “Logika sehatnya, kalau ekspor dan produksi lancar, pertumbuhan ekonomi juga meningkat. Tapi kenyataannya uang itu lebih banyak beredar di luar daerah. Contohnya, perekonomian di Kota Batam tumbuh 7,5 persen pada 2024 karena uang terpusat di sana,” jelasnya.

Karena itu, Bupati Aneng meminta agar perusahaan migas yang beroperasi di Anambas membuka kesempatan kerja bagi putra-putri daerah. “Maksud Pak Bupati, imbas migas itu harus berdampak langsung ke masyarakat. Kalau anak lokal dilibatkan, uang akan berputar di daerah, ekonomi bisa tumbuh,” ujar Ody.

‎Ia juga menyoroti perbandingan dengan masa kejayaan eksploitasi migas sebelum 2012, saat Anambas mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatra.

‎“Waktu itu, banyak tenaga kerja lokal yang dilibatkan. Sekarang, hampir 90 hingga 99 persen tenaga kerja perusahaan migas berasal dari luar daerah. Akibatnya, dampak ekonomi tidak dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Ody menegaskan, kewenangan untuk mendorong kontribusi lebih besar dari perusahaan migas berada di tangan gubernur. “Pemerintah kabupaten hanya bisa menyampaikan aspirasi.

‎Kewenangan penuh ada pada gubernur. Kami berharap gubernur memanggil dan menegur perusahaan migas agar lebih berpihak kepada masyarakat lokal,” ujarnya.

‎Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia saat ini terjadi di Sulawesi Utara dengan 27 persen dan Maluku Utara yang didorong oleh sektor tambang nikel darat.

‎ “Karena perusahaannya beroperasi di darat dan banyak menyerap tenaga kerja lokal, maka dampaknya langsung terasa jadi logika sehatnya  peningkatan PDRB berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi tapi kan engak ada apa ini.,”

‎Jadi menambahkan lagi kalau diperhatikan orang orang Anambas itu tiap trep ada pergi ke tanjung pinang dan Batam naik kapal itu.

‎Untuk itu sebaiknya kita bikin seperti di air terjun itu tempat wisata yang aman sehingga orang kita tidak keluar sehingga uang itu beredar di masyarakat.orang kita inikan haus hiburan lari ke pinang lari kebatam,kita buat ini ekonomi bisa tumbuh kaki lima bisa hidup itu harapan bupati .

‎(Agus Suradi,jurnalsidik.com

325

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *