24.5 C
Indonesia
Selasa, Juni 2, 2026
BerandaBerita KepriBerita AnambasSatu Mart Jadi Pelopor Penggunaan Uang Receh di Kabupaten Kepulauan Anambas

Satu Mart Jadi Pelopor Penggunaan Uang Receh di Kabupaten Kepulauan Anambas

Anambas, Jurnalsidik.com — Di tengah maraknya keluhan masyarakat tentang minimnya peredaran uang receh di Kabupaten Kepulauan Anambas, sebuah toko modern bernama Satu Mart muncul sebagai pelopor dalam penggunaan dan penerimaan uang receh, baik koin maupun pecahan kecil, dalam setiap transaksi.

‎Berlokasi di Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Satu Mart berkomitmen menjaga kejujuran harga dengan memberikan uang kembalian sesuai nominal, meskipun dalam bentuk koin logam yang kini semakin langka.

‎“Kami di Satu Mart tetap menjadi pelopor pengguna dan penerima uang receh, termasuk uang koin. Sebelumnya, di Tarempa uang receh hampir tidak diterima di toko manapun,” ujar Trio, pengelola Satu Mart, kepada Jurnalsidik.com.

‎Menurut Trio, penggunaan uang receh adalah bentuk komitmen untuk tetap menjaga nilai mata uang nasional.ujarnya Kamis (6/11/2025)

‎“Kita ini masih bagian dari NKRI. Salah satu bukti kita menghargai rupiah adalah dengan menggunakan uang dalam satuan terkecil, bahkan seratus rupiah. Di sini, masyarakat bisa belanja dengan uang receh logam, dan kalau punya uang koin, bisa juga ditukar di toko kami,” jelasnya.

‎Trio menambahkan, pihaknya rela bersusah payah mencari uang koin ke bank maupun sesama pedagang demi memastikan setiap transaksi tetap pas sesuai harga sebenarnya.

‎“Kami berusaha tetap menyediakan uang receh, meskipun sulit didapat. Kadang kami harus menukar ke bank atau ke pedagang lain supaya harga tetap sesuai dan pelanggan tidak dirugikan,” ungkapnya.

‎Langkah positif Satu Mart ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa Satu Mart tidak hanya menjual barang dengan harga terjangkau, tetapi juga memiliki pelayanan yang ramah.

‎“Barangnya lengkap, harganya murah, dan pelayanannya juga ramah. Belanja di Satu Mart terasa nyaman karena kembalian selalu pas,” ujarnya.

‎Upaya Satu Mart ini diharapkan menjadi contoh bagi pedagang lain di Anambas agar menjaga keseimbangan antara keuntungan dan kejujuran dalam bertransaksi. Dengan demikian, peredaran uang receh di daerah dapat kembali hidup dan membantu kestabilan harga di pasaran.

‎(Agus Suradi, Jurnalsidik.com)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments