Ekspor Ikan Anambas ke Hong Kong Segera Dibuka Kembali, HNSI Kepri Minta Nelayan Bersabar
Anambas, Jurnalsidik.com — Kabar baik datang bagi para pembudidaya dan penampung ikan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Setelah sempat tertunda, ekspor ikan hidup, khususnya ikan kerapu, dari Anambas menuju Hong Kong dipastikan akan kembali berjalan.
Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau, Eko Prihananto, menjelaskan bahwa penundaan ekspor ikan tersebut bukan disebabkan oleh kendala dari pihak nelayan Anambas, melainkan karena keterbatasan armada kapal ekspor.
“Awalnya kapal yang beroperasi hanya satu, sementara sub-hubungan ekspor itu tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Anambas. Jadi memang kita menunggu giliran,” ujar Eko kepada Jurnalsidik.com.Jumat (7/11/2025)
Eko juga menambahkan, hambatan ekspor ke Hong Kong sebelumnya sempat diperparah oleh kondisi global, terutama akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang membuat pihak Hong Kong melakukan pengetatan terhadap barang-barang impor, termasuk ikan hidup dari Indonesia.
“Hong Kong itu wilayah kekuasaan Cina. Jadi waktu perang dagang itu, Cina melakukan introspeksi terhadap barang-barang yang masuk. Itu juga yang membuat ekspor ikan dari Anambas sempat berhenti,” jelasnya.
Meski demikian, Eko memastikan bahwa jenis ikan yang diekspor tetap sama, yaitu ikan kerapu — komoditas unggulan perikanan Anambas. Ia menegaskan bahwa DPD HNSI Provinsi Kepri terus berupaya agar keran ekspor ikan ke Hong Kong segera dibuka kembali.
“Kita sudah bekerja sama dengan pusat. Masyarakat Anambas diminta bersabar karena kapal ekspor terbatas. Kami dari HNSI Provinsi akan terus berjuang agar ekspor ini bisa berjalan lagi. Kalau ekspor dibuka kembali, tentu akan memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan di Anambas,” tegas Eko.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, menuturkan bahwa kewenangan ekspor berada di pemerintah pusat dan provinsi. Namun, pihaknya di daerah terus mendorong agar proses ekspor kembali dilakukan seperti sebelumnya.

“Perizinan ekspor itu memang ada di pusat dan provinsi. Tapi kami berharap keran ekspor ikan Anambas ke Hong Kong bisa dibuka kembali seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rovaniyadi.
Ia menjelaskan bahwa uji coba ekspor sudah sempat dilakukan oleh pihak provinsi, meskipun belum sepenuhnya melibatkan kelompok pembudidaya dari Anambas.
“Kemarin itu masih uji coba setelah sempat dihentikan sementara. Kalau uji coba itu berjalan lancar, maka ekspor akan dibuka penuh, dan kami akan memastikan kelompok pembudidaya di Anambas bisa ikut serta,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rovaniyadi menyebut bahwa keberhasilan ekspor di Natuna melalui inisiatif provinsi menjadi harapan baru bagi Anambas.
“Kalau di Natuna berhasil dan tidak ada masalah, besar kemungkinan kelompok pembudidaya di Anambas juga akan dilibatkan. Ini akan dikonfirmasi lagi dengan Pak Dodo, pembudidaya ikan di Air Sena,” katanya.
Menurut Rovaniyadi, para pembudidaya di Anambas saat ini sudah sangat siap untuk kembali mengirimkan hasil ikan hidup mereka.
“Intinya Anambas sudah siap. Kita tinggal menunggu informasi dari pihak provinsi dan agen ekspor. Begitu dibuka, kita siap kirim,” pungkasnya mengutip pernyataan Dodo.
Dengan dibukanya kembali ekspor ikan ke Hong Kong, diharapkan geliat ekonomi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat bangkit kembali seperti masa kejayaannya dulu.
(Agus Suradi,Jurnalsidik.com)
1048 



