Sosialisasi di Kp Bulang, Soerya: Fokus APBD Untuk Pemulihan Ekonomi, untuk Infrastruktur Besar Kita Lobi Pusat

Shares

Jurnalsidik.com, Tanjungpinang – Kehadiran Calon Gubernur Kepri nomor urut 1, DR H Muhamad Soerya Respationo mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Tanjungpinang. Di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kelurahan Kampung Bulang. Jum’at (09/10).

Terdengar tabuhan kompang yang disuguhkan warga Kampung Bulang menyambut DR H Muhamad Soerya Respationo yang tiba di lokasi, didampingi H Lis Darmansyah SH MH dan rombongan lainnya.Yg saya hormati bapak H Soerya Respationo, Endang Abdullah (Cawako Tpi dr Gerindra), Irwansyah ( tokoh masyarakat), Panwascam Bukit Bestari dan Tpi Timur.

Tokoh masyarakat RW.9 Irwansyah mengucapkan sambutan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran Soerya Respationo menjalin silahturahmi persaudaraan bersama warga Kampung Bulang.

Irwansyah mewakili warga, pada kesempatan itu menyampaikan aspirasi dari warga Kampung Bulang bawah dan atas, yakni meminta agar wilayah Kelurahan Tanjung Unggat dan Kampun Bulang dapat terkoneksi.

“Kami harap dapat dibangun jembatan untuk menghubungkan antara tanjung unggat dan kampung bulang, agar akses ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.” kata Irwansyah.

Acara sosialisasi Paslon 01 di kampung bulang

Lanjutnya. kedua, warga berharap dapat memiliki gedung atau balai serba guna untuk kegiatan masyarakat.

“Demikianlah aspirasi ini kami sampaikan, terima kasih atas aspirasi pak lis selama ini. Satu kebanggan bisa bertatap muka dengan Calon Gubernur Kepri”kata Irwansyah.

Menanggapi aspirasi masyarakat. H Lis Darmansyah SH mengatakan bahwa untuk pembangunan jembatan tersebut sudah ada DED untuk pembangunan jembatan Kampung Bulang- Tanjung Unggat dan rencana anggaran pembangunan hampir Rp. 200 miliar.

“sudah dibuat DED-nya dan memang direncanakan untuk meningkatkan akses dan ekonomi masyarakat. Dan untuk balai pertemuan, bila ada lahannya maka tidak akan sulit, kasih ke saya dan akan ditindak lanjut.” kata anggota DPRD Kepri H Lis Darmansyah.

Selanjutnya, Lis Darmansyah memperkenalkan figur dan karaktek DR H Muhammad Soerya Respationo SH MH sebagai Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau nomor urut 1 (satu). Lis mengungkapkan peran Soerya Respationo saat menjabat sebagai wakil gubernur kepri, salah satunya terkait kebijakan penganggaran RTLH dari APBD Kepri sebanyak 2 kali dari APBN.

“Saya tidak memuji tapi hanya menceritakan sebenarnya yang saya ketahui dan rasakan tentang beliau. Bapak Soerya Respationo adalah orang yang sabar dan jauh lebih sopan. Selain itu, beliau adalah orang yg selalu memegang teguh ucapannya.” tegas Lis Darmansyah.

Foto bersama pada acara sosialisasi Paslon nomor 1

Lis juga menepis isu yang selama ini beredar mengenai Soerya Respationo, diantaranya terkait Islam Kejawen dan dianggap Premanisme.

“Beliau adalah Muslim yang taat, disaat waktu sholat, dimanapun beliau sholat. Ada juga yang menilai preman, isu ini diarahkan tapi beliau sabar. Beliau dahulunya sering memberi pekerjaan kepada preman, agar preman preman di batam bekerja dan tidak melakukan tindakan krimiinal,”tandas Lis.

Demikian juga isu mengenai jembatan Batam – Bintan yang merupakan idenya Gubernue Ismeth Abdullah namun belum dapat direalisasikan hingga kini. Namun saat ini sedang berjalan prosesnya, sesuai janji Presiden Jokowi kepada Soerya Respationo saat Kampanye Pilpres 2019.

BACA YANG LAIN JUGA :   Dipuji Warga "Relawan SInergi OK banget deh" ketika Gelar Cek Kesehatan Gratis

Menimpali itu, Soerya Respationo mengatakan anggaran pembangunan berkisar Rp.1,9 Triliun.

“Memilih harus rasional, bukan karena pemberian. Pilihlah pemimpin yang memiliki kemampuan dan kemauan berbuat untuk masyarakat dan kenalilah figur pemimpin yang bisa membangun kepri sebenar benarnya.”imbau Lis Darmansyah.

Pada kesempatan itu, Calon Gubernur Kepri DR H Muhammad Soerya Respationo menyambut baik harapan masyarakat dengan memberikan pesan dan kesan serta mengapresiasi setiap yang hadir.

“Terima kasih saya ucapkan kepada panitia acara, tokoh masyarakat pak Irwansyah, Pak Lis Darmansyah dan Pak Endang Abdullah sebagai Calon Wakil Walikota dari Gerindra. Kita doakan agar berhasil, serta warga yang saya hormati sudah sudi menjalin silahturahmi menerima saya di sini”ucap Soerya Respationo membuka pesan dan kesannya.

Mantan Wakil Gubernur Kepri ini mengaspresiasi panitia yang mematuhi prorokol kesehatan, mempersiapkan peralatan cuci tangan, pengukur suhu dan memberikan jarak duduk sesuai protokol kesehatan. Menurutnya, hal ini sangat penting dan termasuk setial Paslon diwajibkan mensosialisasikan protokol kesehatan yang kini menjadi kebiasaan baru masyarakat.

“Kita harus mentaatinya, dan kini akibat dari pandemi, telah merusak sendi-sendi ekonomi, hingga pada rumah tangga, akibat minimnya pendapatan, tidak adany pekerjaan. Bahkan sistem pendidikan berubah sehingga memicu stres yang rawan mengakibatkan pertengkaran bahkan perceraian,” kata Soerya Respationo.

Menurut Soerya, masalah ekonomi dan sosial saat ini menjadi masalah yang dialami oleh masyarakat. Dirinya berharap siapapun yang menjadi gubernur, harus memperbaiki kondisi ini, turun ke masyarakat untuk menghidupkan kembali usaha masyatakat.

“Kalau bisa dilakukan, saya mau bila ketiga calon membuat komitmen melakukan pemulihan ekonomi sebagai program prioritas pemerintah saat ini, kita tidak ingin ada program angan-angan sementara menutup mata terhadap kondisi masyarakat,”kata Soerya.

Lanjutnya menegaskan bahwa Pemerintah harus hadir ditengah masyarakat untuk mengangkat masyarakat dan ekonominya dengan cara memberi kemudahan ijin usaha swasta, dan memberikan pinjaman lunak (tanpa bunga dan masa ganti panjang).

“Saat ini kita butuh program nyata, bukan program dan janji yang muluk-muluk dan tidak menyentuh kehidupan masyarakat. Harus ada skala prioritas dalam.kerja pemimpin, bukan semua dijanjikan hanya untuk mendapatkan suara.” tegas Soerya Respationo.

Menanggapi aspirasi warga mengenai jembatan tanjung unggat – kampung bulang. Soerya Respationo mengatakan bahwa jembatan termasuk infrastruktur penting, namun dirinya harus membuat program prioritas yang dibutuhkan seluruh masyarakat saat ini.

“Jembatan memang penting, tetapi saat ini sangat penting kita membantu masyarakat melalui program pemulihan ekonomi. Bila masalah ekonomi bisa kita atasi maka kita mulai membangun.” jelas Soerya Reapationo.

Dirinya juga memberikan pandangan rencana pemanfaatan APBD Kepri yang akan kita gunakan untuk pemulihan dan untuk pembangunan infraatruktur dengan nilai besar akan diusulkan ke jakarta.

BACA YANG LAIN JUGA :   Bahagianya Saposan, Seorang Musisi Jalanan Nyanyi Bareng Cawagub Sopan dan Merakyat

Usai memberikan pesan, kesan dan tanggapan. Acara silahturahmi berlangsung interaktif. Semua warga mendoakan agar Soerya – Iman terpilih menjadi Gubernur kepri.

Pada sesi tanya jawab. Ketua Majelis Taklim Kampung Bulang dan juga merupakan Ketua Tempat Pendidikan Qur’an (TPQ), Ibu Lilis mendoakan agar Soerya Respationo menjadi Gubernur Kepri. Bilamana Soerya Respationo terpilih, Lilis meminta agar program insentif untuk guru guru TPQ jangan dihilangkan dan kalau bisa ditambah, demi kesejahteraan guru TPQ.

Selain itu, untuk Majelis Taklim Kampung Bulang saat ini masih kekurangan alat masak, sehingga saat Idul Adha harus meminjam punya warga. Aspirasi lainnya mengenai kebutuham Marawis.

“Kita di sini selalu gotong royong, saat Idul Adha biasanya yang pria memotong Qurban dan kita ibu-ibu bagian memasak, seandainya kami.majelis taklim memiliki alat masak yang nantinya bisa juga digunakan untuk acara warga. Selain itu, TPQ kami sering kesulitan mengirimkan Marawis saat MTQ karena tidak punya alat musik,”ungkap Lilis.

Tanggapan Soerya Respationo, kebutuhan masyarakat itu merupakan kebutuhan manusiawi dan meskipun bukan merupakan tuntutan warga di kemudian hari, Soerya Respationo mengaku adalah pemimpin yang komitmen memegang perkataan. Tetapi dirinya tidak dapat menjawab saat ini karena tidak ingin dinilai mengharapkan suara masyarakat karena memberikan atau menjanjikan sesuatu.

“Meski ibu tidak tuntut, tapi saat ini saya tidak bisa jawab langsung, tapi tanya pak Panwas, karena tidak boleh menjanjikan sesuatu untuk mendapatkan suara.” kata Soerya.

Dirinya berharap dalam proses mencari pemimpin, sebaiknya tidak ada beli suara karena hal itu tidak membangun kedekatan emosional antara pemimpin dan yang dipimpin. Dirinya juga mencontohkan hubungan antara pemimpin dengan masyarakat yang dibangun melalui imbal beli suara.

“Apakah hubungan pemimpin dengan rakyat seperti itu, jadi antara pemimpin dan yang dipimpin harus ada hubungan emosional”.

Menurut Soerya, masyarakat yang perlu dibantu, harus dibantu, bukan karena jual beli suara. Soerya menerangkan keinginan masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas, tetapi acapkali masyarakat yang tidak konsekuen dengan keinginannya dan lebih memilih uang daripada pemimpinnya.

“Ketika kita pengen pemimpin yang berkualitas, tapi kita tak konsekwen. Mohon maaf, saya tidak akan mau jadi pemimpin yang membeli suara rakyat, sebab saya tidak mau rakyat hanya senang dengan uang saya, bukan karena saya. Sedangkan saya senang dengan rakyat saya dan membantu rakyat saya,” ungkap Soerya menanggapi Ibu Lilis.

Sebagai penutup, Soerya Respationo mengatakan bahwa kehadirannya ke tengah warga merupakan silahturahmi menjalin persaudaraan dan nantinya memiliki hubungan emosional yang tidak sebatas calon gubernur dan warga, tetapi sebagai saudara se Kepulauan Riau.

“Kalau pilihan itu harus sesuai nurani, kita tak bisa memaksakan, tapi yang utama persaudaraan dan silahturahmi jangan sampai putus. Kalau bapak dan ibu tak pilih, itu hak dan jangan putus persaudaraan dan silahturahim,”kata Soerya Respationo mengucapkan perkataan hatinya yang paling dalam.(***)

474

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *