Anambas, Jurnalsidik.com — Seorang pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dikabarkan diamankan oleh pihak kepolisian. Pejabat tersebut diketahui menjabat sebagai salah satu camat di wilayah Anambas.
Informasi mengenai penangkapan itu beredar sejak Sabtu malam (8/11/2025) dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Camat tersebut disebut-sebut diamankan aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.
“Malam kemarin (Jumat malam) diamankan. Camat ditangkap karena narkoba,” ujar salah seorang sumber Jurnalsidik yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (9/11/2025).
Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa penangkapan sang camat bukanlah peristiwa mendadak, melainkan hasil dari operasi yang telah lama dipantau oleh aparat penegak hukum.
“Sudah lama jadi target operasi (TO), bukan hanya dari polisi saja tapi juga dari instansi lain,” tambahnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi penangkapan maupun barang bukti yang berhasil diamankan.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam proses pengembangan.

“Masih pengembangan, Pak. Untuk detail ke Kasi Humas, ya. Makasih,” tulisnya singkat.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Anambas Ipda Baginda Hasibuan membenarkan adanya penangkapan dua orang terduga pelaku dalam kasus tersebut.
“Betul, kita tunggu ya, Pak. Mungkin rilis resmi besok. Bahkan terduga ada dua orang, salah satunya oknum guru,” ungkapnya.
Sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengaku terkejut mendengar kabar tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa salah satu pejabat di daerah itu bisa tersangkut kasus narkoba.
“Kaget aja dengarnya, karena selama ini beliau tampak baik-baik saja,” ujar salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan keterlibatan pejabat publik dalam kasus narkoba tentu menjadi perhatian serius masyarakat. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, seorang camat seharusnya menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat.
Warga pun berharap pihak kepolisian segera memberikan keterangan resmi agar kabar yang beredar tidak menimbulkan spekulasi liar.
“Kita tunggu aja keterangan resmi dari polisi, biar jelas. Jangan sampai masyarakat menebak-nebak,” kata seorang warga di Tarempa.
Hingga Minggu sore (9/11/2025), belum diketahui secara pasti di mana lokasi camat tersebut diamankan serta bagaimana kondisi terbarunya.
Pihak Jurnalsidik.com masih terus berupaya mengonfirmasi kepada kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas guna memperoleh informasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini.
(Agus Suradi,jurnalsidik.com)
2618 




