www jurnalsidik.com

Memberikan Informasi Terbaik

Berita Kepri

Harapan Pedagang Pasar Loka Anambas Pupus di Tangan Kontraktor “Nakal’

Shares

Anambas, Jurnalsidik.com,- Harapan pedagang pasar Loka, Tarempa pupus oleh karena kontraktor nakal yang tidak kompeten, pilihan pejabat di Balai Prasarana Pemukimaan Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau.

Pasalnya, sebelum dilakukannya renovasi, para pedagang dijanjikan bahwa penyelesaian renovasi Pasar Loka hanya berlangsung selama 6 bulan, namun pekerjaan proyek ibarat ‘panggang jauh dari api’. Pekerjaan proyek bukannya rampung, bahkan hingga saat ini lebih setahun berjalan, bangunan pondasi proyek pun terlihat belum selesai alias mangkrak.

Pedagang‎ Kecewa
‎Salah satunya, Aliong mengungkapkan kekecewaannya terkait pembangunan pasar Loka yang tidak sesuai janji pihak pemerintah kepada para pedagang sebelum pasar tersebut di bongkar.

‎“Kami tidak banyak bicara karena ini punya pemerintah. Kami hanya menunggu. Kalau sudah siap, kami siap menyewa kembali. Tapi tentu kami juga akan melihat dulu apakah harga sewanya cocok atau tidak,” ujarnya.

‎Aliong menceritakan, sebelum proyek dimulai, para penyewa sempat diminta untuk segera mengosongkan kios mereka.

‎“Kami waktu itu sudah angsur-angsur angkat barang untuk membantu proses pembangunan. Tapi kami kecewa karena tidak diberi waktu lagi.

‎Mereka memaksa kami segera keluar, padahal kami belum punya tempat mencari rezeki dan bahkan untuk ongkos angkut barang pun kami kesulitan,” katanya.

‎Ia menambahkan, para penyewa juga sempat mengikuti rapat di kantor bupati yang menyampaikan rencana revitalisasi pasar.

‎Dalam pertemuan tersebut disebutkan pasar akan dibangun dua tingkat dan masa pengerjaan diperkirakan sekitar enam bulan.

‎“Kami diminta dukungan. Kami setuju, karena itu memang bangunan milik pemerintah, kami hanya menyewa. Tapi janji enam bulan itu sampai sekarang tidak terbukti,” tegas Aliong.

‎Aliong juga mengungkapkan kekecewaannya saat meminta waktu tambahan untuk tetap berjualan sebelum pembangunan dimulai.

‎“Waktu itu lagi ramai karena mau pemilihan bupati. Kami minta tempo, tapi tidak dikasih. Mereka bilang pembangunan selesai enam bulan. Tapi lihat sekarang, bangunan saja belum ada,” keluhnya, Jumat (17/10/2025).

‎Para penyewa berharap pemerintah segera mempercepat proses pembangunan pasar agar mereka bisa kembali berdagang dan menghidupi keluarga.

‎Lambannya pembangunan pasar dinilai merugikan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas di pasar tersebut.

‎(Agus Suradi, jurnalsidik.com)

939

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *