Anambas, Jurnalsidik.com — Sebuah tiang pancang kabel listrik milik PLN di sepanjang Jalan Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, tampak dalam kondisi miring. Kondisi ini membuat warga sekitar merasa waswas, terutama menjelang musim hujan dengan intensitas curah hujan yang semakin tinggi.
Dari pantauan Jurnalsidik.com di lapangan, tiang tersebut terlihat sudah condong ke arah badan jalan. Warga khawatir jika hujan deras turun dan tanah di sekitar tiang terus mengalami erosi, tiang itu bisa roboh sewaktu-waktu.
“Kalau hujan deras, air dari arah bukit deras sekali mengalir ke tepi jalan. Tanahnya sering terkikis, apalagi di sekitar tiang itu. Takutnya nanti bisa tumbang dan menimpa kendaraan atau kabelnya putus,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (11/11/2025).
Selain berpotensi menimbulkan gangguan jaringan listrik, posisi tiang yang miring di tepi jalan utama menuju kawasan Pasir Peti ini juga dianggap membahayakan pengendara yang melintas. Kondisi itu membuat warga kini lebih berhati-hati setiap kali melewati lokasi tersebut.
Masyarakat berharap pihak PLN segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami harap cepat diperbaiki. Jangan sampai nanti sudah roboh baru ditangani,” tambah warga tersebut.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Tarempa, Ade Listrian, saat dikonfirmasi Jurnalsidik.com, membenarkan adanya kondisi tiang miring di kawasan tersebut.
“Trek penahannya sebenarnya masih kokoh. Tapi nanti akan kami cek lagi kondisinya, atau kalau perlu kami perbaiki. Kebetulan saat ini tim kami juga sedang berada di daerah Pasir Peti karena ada sedikit masalah dengan aliran listrik di sana,” ujarnya.
Ade juga menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan kembali kekuatan tiang tersebut untuk mencegah potensi bahaya.
“Insya Allah trek penyangganya masih aman, Pak. Nanti kita tengok dan pastikan lagi,” ungkapnya saat dihubungi media ini.
Warga berharap penanganan segera dilakukan, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur utama masyarakat menuju pusat kota dan kawasan Pasir Peti.
(Agus Suradi,jurnalsidik.com)
426 



