Pagelaran Budaya Melayu di Anambas Tampilkan Kesenian Gubang

Shares

Jurnalsidik.com, Anambas – Untuk masalah adat dan budaya. Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas masih sangat kental melestarikannya dalam bentuk hiburan kesenian.

Berbagai macam kegiatan adat istiadat masyarakat Anambas, ditampilkan pada malam Pagelaran Budaya Melayu yang berlangsung di aula gedung Badan Pemusyawaratan Masyarakat Jemaja (BPMJ), Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja.

Kegiatan kebudayaan bertema “Junjung Budaya Negeri Bermarwah” ini, berlangsung pada kamis malam (25/08). Didukung SKK Migas, Premiere Oil, IOG dan lainnya.

Pagelaran budaya pada malam itu, salah satunya mengungkap sejarah kesenian Gubang. Dikisahkan bahwa Gubang adalah sebuah kesenian atau permainan yang mengandung unsur mistis.

“Permainan di kenal dengan nama Gubang. Gubang adalah permainan yang dikenal dengan nama mahluk, atau orang bunian,”terang Donal (25/8/2022) memperkenalkan sebuah permainan yang di gelar pada malam itu.

Donal mengisahkan. Pada zaman dahulu permainan gubang ini dilakukan pada mahluk halus. Gubang biasa dimainkan pada malam hari hingga fajar menyingsing sebagai bagian dari acara ritual masyarakat.

Seiring perkembangan zaman, Gubang berubah menjadi permainan kesenian.

Menurut legendanya, ritual Gubang dahulunya dilakukan oleh para penduduk saat sedang mencari ikan di suatu tempat, bernama mampuk.

“Kata Mampok diambil dari nama sebatang kayu yang tumbuh di daerah tersebut, tetapi kini kayu yang bernama mampok tidak pernah ditemukan lagi,”terang penggiat budaya Melayu di Kecamatan Jemaja ini.

Dilihat dari gerakannya. Kesenian Gubang memperagakan kegiatan penduduk saat mencari ikan atau mengail, yang dahulunya pernah berlangsung di Teluk Mampok di saat malam dihiasi terangnya sinar bulan.

“Kesenian ini diiringi dengan suara yang sayup sayup terdengar, di tempat mereka mengail, ada juga yang sedang melaksanakan sebuah pesta,”

Lanjut Donal menerangkan unsur suara dan gerakan di dalam kesenian Gubang. Pengisian suara Gendang yang awalnya terdengar sangat jauh, semakin lama semakin jelas bunyi gendang dan Gong, Lalu disusul suara orang menjadi satu sehingga terjadi perpaduan suara berirama.

BACA YANG LAIN JUGA :   Ganjar Pranowo Datang ke Batam, Soerya Respationo Perkenalkan Tarian Melayu

“Alunan suaranya kadang kadang sendu dan kadang – kadang riang, dan suara tawa orang bersorak gembira. Lalu saat hening, meraka seperti berkayuh pergi ke darat,” ucap Donal.

Penulis & Fhoto : Hosnaini
Editor : Edy Manto

125

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.