Anambas, Jurnalsidik.com — Warga Desa Tarempa, Kecamatan Siantan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki di semak-semak pinggir jalan simpang tiga Terap, Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 08.20 WIB. Penemuan ini sontak menghebohkan masyarakat sekitar.
Korban pertama kali ditemukan oleh Dedek, seorang pekerja bangunan yang kebetulan melintas di lokasi. Ia mengaku sempat melihat bagian kaki seseorang menyembul dari semak-semak.
“Awalnya saya kira orang itu sedang memperbaiki selang air. Tapi setelah saya lewat lagi, posisinya masih sama. Saya mulai curiga,” ujar Dedek kepada wartawan.
Merasa khawatir, Dedek melaporkan temuannya kepada atasannya, Andi. Tak lama kemudian, Andi bersama empat orang lainnya datang ke lokasi.
Mereka memilih tidak mendekat dan segera menghubungi pihak kepolisian.
Petugas dari Polres Kepulauan Anambas, Aipda Raja Faisal, tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kakaknya, yang biasa mencuci pakaian korban, sempat berkomunikasi dengan korban melalui pesan WhatsApp pada malam sebelumnya.
“Sekitar pukul 22.00 WIB kakanya kirim pesan ‘Bang duet baju 30 ye’. Dibalas sama korban pukul 01.55 WIB dengan ‘Ye’,” ungkapnya sambil memperlihatkan isi percakapan tersebut.
Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang dengan kaki kiri berada di atas semak-semak. Ia mengenakan kaos pendek warna krem dan celana pendek hitam. Di sekitar tubuh tidak ditemukan identitas maupun barang berharga, hanya sepasang sandal jepit hitam. Dari pemeriksaan awal, mata kanan korban tampak memar dan terdapat luka geset pada bagian kaki.

Berdasarkan ciri-ciri fisik, korban diduga kuat adalah Arsat (53), pegawai di Kantor Imigrasi Tarempa. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan keluarga.
Ita, ipar korban, menyebutkan bahwa sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, korban sempat dijemput oleh seorang pria yang diketahui oleh abang korban, Cem. Namun saat itu tidak diketahui tujuan mereka maupun kendaraan yang digunakan.
“Saat pria itu datang, mengunakan switer tertutup kepala,abang korban tidak menanyakan mau ke mana.Korban juga tidak membawa ponsel dan dompet,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian dan kemungkinan adanya unsur pidana. Kasus ini kini dalam penyelidikan Polres Kepulauan Anambas.
Jenazah korban saat ini berada di kamar jenazah RSUD Tarempa untuk keperluan visum. Rencananya, almarhum akan dimakamkan hari ini.
Sementara itu, keluarga besar korban dari Ranai kemungkinan tidak dapat hadir karena akses transportasi laut terbatas. Kapal KM Bukit Raya yang menjadi satu-satunya jalur reguler dijadwalkan tiba di Tarempa pada Minggu, 19 Oktober 2025.
(Agus Suradi, Jurnalsidik.com)
1150 



